Kebun Kita

Media berbagi informasi tentang kebun dan tetanaman

Blog

PUPUK CAIR ORGANIK DARI ARKEN MANUSIA

Posted by sinarteratai2012 on August 26, 2012 at 2:50 AM

Selama ini terkadang kita merasa malas atau enggan untukmemanfaatkan sesuatu yang dirasa menjijikan atau bahkan termasuk najis menurutagama. Nah salah satu diantaranya adalah arken (air kencing/ urine), yang merupakan jenis zat cair yang berasal dari diri kita sendiri atau urine manusia. Zat cair ini bisa kitaolah menjadi suatu zat organik berupa pupuk cair dan sangat berguna sekaliuntuk kesuburan tanaman, baik itu padi atau pun yang lainnya. Lalu bagaimanapengolahannya? Di Purworejo sendiri ada sebuah kelompok tani yang sudahmeneliti sekaligus memanfaatkan urine manusia untuk kebutuhan pupuk organik.Informasi ini saya ambil dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Purworejo.

 

MEMANFAATKAN URINE MANUSIA UNTUK MEMBUAT PUPUK ORGANIK CAIR

Kelompok tani tanaman pangan Ngudi Makmur Desa Bragolan Kecamatan Purwodadi,mengandalkan pupuk organic buatan sendiri untuk memupuk tanaman padi. Pupukorganik yang terbuat dari komposisi urine (air seni) manusia itu, terbuktimenyuburkan tanaman sehingga menghasilkan produk padi yang lebih banyak.Menurut salah seorang pengurus kelompok tani Ngudi Makmur Purwo Budiyanto,pupuk organik ini merupakan komposisi dari berbagai bahan alami dengan prosespembuatan yang sangat mudah. Bahan yang dibutuhkan hanya 5 liter urine manusia,600 gram susu putih cair kalengan, 250 gram kunyit, 1 ikat daun orok-orokbeserta akarnya, dan 5 sendok teh micin (penyedap rasa untuk masakan). Carapembuatannya juga relatif mudah. Kunyit diparut dan disaring untuk diambilairnya, sedangkan daun-orok-orok beserta akarnya ditumbuk diambil airnya. Airkunyit dan air daun orok-orok dicampur dengan urine, susu cair, dan micin.Campuran bahan tersebut diaduk hingga rata, lalu direndam selama I minggu (7hari).

Selama perendaman harus ditutup rapat dan disimpan ditempat sejuk. Realisasipupuk cair itu menjadi seberat 500 cc dengan warna hitam kecoklatan. Sedangkanaplikasinya, setiap 250 cc dicampur 14 liter air. Kemudian disemprotkan ke dauntanaman padi. Lebih efektif ke daun bukan ke tanahnya, karena memang sasaranpupuk ini untuk daunnya, ujar Purwo yang didampingi Kasemo dan Pardi.Penyemprotan dilakukan pada tanaman umur 7-10 hari, dengan volume penyemprotansebanyak 4 kali. Jarak penyemprotan pertama dan seterusnya antara 5s/d 7 hari.Penyemprotan juga boleh dilakukan selama malai padi belum keluar. Tetapi kalautanaman padi sudah mulai berbuah (mratak), jangan melakukan penyemprotan. Sebabakan mengganggu proses pembuahan tanaman padi, akibatnya padi lebih mudahrontok, kata Purwo.

Pupuk organik ciptaan sendiri ini, telah diterapkan pada lahan sawah seluas2000 meter persegi milik kelompok tani Ngudi Makmur di Desa Keduren KecamatanPurwodadi. Kebutuhan pupuknya 500 cc kali 4 penyemprotan, sehingga totalnya2000 cc pupuk organik cair. Hasilnya sangat bagus dibanding tanaman disebelahnya yang tidak menggunakan pupuk ini. Selain hasil tanamannya lebihbagus, dari segi biaya produksinya juga sangat hemat. Kelebihan pada tanamannyaantara lain daun lebih hijau, pertumbuhan batang padi lebih panjang, malailebih panjang, menambah peranakan padi, dan tanaman terlihat lebih kekar, sertabuahnya lebih banyak. Bau yang ditimbulkan pupuk ini sangat menyengat, sehinggahama tidak maumendekati tanaman.

Kelompok tani Ngudi Makmur yang beranggotakan 36 orang itu, sengaja tidakmerahasiakan cara pembuatan pupuk organik hasil ciptaanya sendiri, justrusebaliknya pembuatan pupuk ini agar bisa diketahui siapa saja yang membutuhkan.Kami lebih mengutamakan pada sisi kesehatan yang dicanangkan pemerintah tentanggo organik. Sehingga pembuatan pupuk organik ini, tidak hanya untuk kelompoktani kami saja tetapi untuk bisa diterapkan kepada petani yang lain,katanya. Kelompok tani ini juga memiliki keyakinan tentang persahabatandengan alam. Yakni alam sahabat manusia yang senantiasa mendukung manusia,tentu kita sebagai manusia harus bersahabat kembali dengan alam. Caranyamelestarikan lingkungan dan memanfaatkan potensi lingkungan untuk dibudidayakanpupuk organik, sehingga bias kembali ke alami.

Selain membuat pupuk organik kelompok tani Ngudi Makmur juga membuatpenangkaran benih padi unggulan jenis baru. Yakni benih padi varietas cibogadan benih padi varietas mekongga. Masing-masing benih dipasarkan dengan hargamurah yaitu Rp 25 ribu per-sak ukuran 5 kg.(*)

sumber  tulisan : http://sukamisno.blogspot.com/2011/12/pemanfaatan-urine-manusia.html

 

Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments